Hadir lagi nih buat ngerjain tugas DASTEL 1 yang numpuk setelah berminggu-minggu nggak dikerjain. Sekarang yang akan saya bahas adalah pengertian DUplex dan 3 metodenya. Ya berhubung saya kuliahnya Telekomunikasi jadi harus mngerti bener sama yang beginian. Udah ya nggak perlu basa-basi lagi langsung saja ke materi.
Pengertian Duplex
Duplex adalah media komunikasi dua arah. Dimana pihak pengirim dan penerima bisa berkomunikasi dua arah secara bersama-sama. Contoh media yang menggunakan mode ini adalah telepon baik selular maupun fixed telepon rumah. Kedua belah pihak bisa berbincang secara bersama-sama. Dalam komunikasi terjadi proses sinyal pesan analog atau aliran data digital digabungkan menjadi satu sinyal, dalam multiplexing juga bisa untuk ADC (Analog To Digital Converter).
- Tujuan utama multiplexing : irit dan menghemat biaya implementasi jaringan fisik.
- Dalam komunikasi, sinyal yang telah di multiplex disalurkan kesebuah saluran transmisi, dan multiplexing mebagi kapasitor saluran komunikasi tingkat tinggi-rendah menjadi beberapa saluran logic tingkat tinggi masing-masing satu untuk setiap sinyal pesan atau aliran data yang ingin disalurkan (ENCODING) sebuah proses kebalikannya dikenal dengan demultiplexing, dapat mengubah data asli disisi penerima (DECODING).
- Sebuah alat yang melakukan multiflexing disebut multiplekser (DEMUV).
- Frequency Division Duplex (FDD)
Sedangkan pada mobile station hanya menggunakan satu antenna yang difungsikan baik untuk keperluan transmisi ataupun untuk keperluan penerimaan sinyal. Karena hanya menggunakan sebuah antenna saja untuk menghandle dua kepentingan yang berbeda maka pada mobile station menggunakan suatu alat yang dinamakan duplexer. Duplexer ini diletakkan didalam mobile unit yang digunakan untuk mengaktifkan antenna yang sama agar dapat digunakan secara simultan untuk keperluan transmisi maupun penerimaan sinyal.
- Time Division Duplex (TDD)
Masing-masing pengguna mempunyai dua channel yaitu forward dan reverse yang terbentuk dari alokasi slot-slot waktu, sehingga TDD mengijinkan dua channel tersebut terletak pada band frekuensi yang sama. Suatu slot waktu akan dipisahkan untuk digunakan sebagai channel forward dan channel reverse . Sehingga dengan demikian dua keperluan yang berbeda yaitu transmisi dan penerimaan sinyal dapat ditangani oleh dua channel. Sebenarnya TDD bukan merupakan full duplex secara penuh, lebih tepat jika dikatakan bahwa TDD merupakan semi full duplex. Hal ini dikarenakan bahwa TDD tidak dapat melayani komunikasi yang simultan pada saat waktu yang bersamaan.
Syarat agar metode duplex TDD dapat digunakan dalam suatu sistem komunikasi adalah bahwa laju data transmisi pada suatu channel harus lebih besar dari laju data dari pengguna. Sesuai dengan standar IMT-2000, maka UMTS menggunakan metode duplex baik FDD maupun TDD. Metode duplex FDD dan TDD masing-masing mempunyai kelemahan dan kelebihan tersendiri apabila diaplikasikan dalam suatu area. UMTS akan mengambil keunggulan dari masing-masing metode duplex tersebut untuk diterapkan pada area pelayanannya yang sesuai sehingga dengan demikian efisiensi akan didapatkan.
Untuk memberikan pelayanan terhadap suatu area secara maksimal dan efisien maka area pelayanan dari UMTS terbagi atas sel-sel kecil dan sel-sel besar. Dimulai dari pikosel, mikrosel, makrosel hingga sel yang bersifat global yang pelayanannya menggunakan satelit. Penggunaan dua metode duplex tersebut didasarkan atas pembagian ruang lingkup pelayanan dari UMTS.
Keuntungan menggunakan teknik Multiplexing yaitu biaya komunikasi semakin murah dan terjangkau, karena pada intinya :
- Irit biaya implementasi jaringan fisik. Diperbaharui dan diperkompleks adalah ada sisi perangkat terminalnya saja, baik terminal receiver dan transmitter yang intinya lagi berfungsi sebagai DECODER dan ENCODER sinyal.
- Perangkat terminal semakin portable dan irit tempat dan rak. Sehingga mengurangi biaya alokasi perangkat menghemat biaya implementasi fisik.
- Predictable. Mudah di expand dan dikembangkan kearah yang lebih luas dalam jangka panjang, tanpa terlalu signifikan merubah-rubah lagi installatir dan topologi fisik jaringannya.
- Perangkat terminal (ENCODER dan DECODER) sinyal yang semakin kompleks dan canggih, menggunakan prosessor dan chipset yang semakin cepat processingnya sehingga memungkinkan MAPPING Time Slot yang lebih kompleks lebih cepat timing miltitaskingnya.
Sumber :
- http://ardiperdanaputra.blogspot.com/2012/12/teknik-duplexing_10.html
- http://learn-networking.com/network-design/carrier-sense-multiple-access-collision-detect-csmacd-explained
- http://www.mcscv.com/produk_detail.php?page-id=Media-komunikasi-dan-pengertian-sistem-jaringan-telekomunikasi-Update&rdmt=96591&id=defadm&pid=Jaringan-Telekomunikasi-Transmisi-Telepon


20.45
Unknown
Posted in: 
0 comments:
Posting Komentar