Kali ini yang akan saya bagi adalah pengertian dari Sinyal, Tranduser, Analog, Digital, dan Broadcast. Ya buat nambah pengetahuan sama ngerjain tugas juga, dan ber-euforia lagi dengan dunia blogging yang pernah saya geluti dulu waktu masih SMK. Capek ngomong ngalor ngidul langsung aja di baca. Check this out,,,,,,
Sinyal digital adalah sinyal tak kontinyu yang memiliki dua kemungkinan
keadaan yaitu logika 0 dan logika 1. Inilah alasan mengapa disebut
sinyal tak kontinyu. Selain itu sinyal digital juga mempunyai istilah
tepi naik dan tepi turun. Tepi naik merupakan transisi dari negatif ke
positif, sedangkan tepi turun merupakan transisi dari positif ke
negatif.
Dalam prakteknya sinyal digital lebih mempunyai kelebihan dibandingkan
dengan sinyal analog. Salah satunya adalah sinyal digital lebih tahan
terhadap noise.
Transduser
berasal dari kata “traducere” dalam bahasa Latin yang berarti mengubah.
Sehingga transduser dapat didefinisikan sebagai suatu peranti yang dapat
mengubah suatu energi ke bentuk energi yang lain.Bagian masukan dari transduser
disebut “sensor ”, karena bagian ini dapat mengindera suatu kuantitas fisik
tertentu dan mengubahnya menjadi bentuk energi yang lain.
Dari sisi
pola aktivasinya, transduser dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
- Transduser
pasif, yaitu transduser yang dapat bekerja bila mendapat energi tambahan dari
luar.
- Transduser
aktif, yaitu transduser yang bekerja tanpa tambahan energi dari luar, tetapi
menggunakan energi yang akan diubah itu sendiri.
Untuk jenis
transduser pertama, contohnya adalah thermistor. Untuk mengubah energi panas
menjadi energi listrik yaitu tegangan listrik, maka thermistor harus dialiri
arus listrik. Ketika hambatan thermistor berubah karena pengaruh panas, maka
tegangan listrik dari thermistor juga berubah. Adapun contoh untuk transduser
jenis yang kedua adalah termokopel. Ketika menerima panas, termokopel langsung
menghasilkan tegangan listrik tanpa membutuhkan energi dari luar.
Pemilihan
Transduser
Pemilihan
suatu transduser sangat tergantung kepada kebutuhan pemakai dan lingkungan di
sekitar pemakaian. Untuk itu dalam memilih transduser perlu diperhatikan
beberapa hal di bawah ini:
- Kekuatan,
maksudnya ketahanan atau proteksi pada beban lebih.
- Linieritas,
yaitu kemampuan untuk menghasilkan karakteristik masukan-keluaran yang linier.
- Stabilitas
tinggi, yaitu kesalahan pengukuran yang kecil dan tidak begitu banyak
terpengaruh oleh faktor-faktor lingkungan.
- Tanggapan
dinamik yang baik, yaitu keluaran segera mengikuti masukan dengan bentuk dan
besar yang sama.
- Repeatability
: yaitu kemampuan untuk menghasilkan kembali keluaran yang sama ketika
digunakan untuk mengukur besaran yang sama, dalam kondisi lingkungan yang sama.
- Harga.
Meskipun faktor ini tidak terkait dengan karakteristik transduser sebelumnya,
tetapi dalam penerapan secara nyata seringkali menjadi kendala serius, sehingga
perlu juga dipertimbangkan.
3. ANALOG dan DIGITAL
sebelumnya ada yang suda tau gak apa itu analog, klo gak tau kamseupay la hehe ..
ini dia Apa sih analog itu…?, mengapa orang-orang sudah mulai
meninggalkan benda yang bersistem analog dan lebih suka dengan sistem
digital..?, daripada bingung dibawah ini akan diulas tentang analog dan digital

Analog: Suatu bentuk dari komunikasi elektronik yang merupakan proses pengiriman info
rmasi
pada gelombang elektromaknetik, dan bersifat variabel dan berkelanjutan
atau disebut juga dengan sinyal analog. Contohnya sinyal gambar pada
televisi, atau suara pada radio yang dikirimkan berkesinambungan. Analog
merupakan proses pengiriman sinyal dalam bentuk gelombang
elekromagnetik (gelombang radio) secara terus menerus, yang banyak
sekali dipengaruhi oleh faktor gangguan & suara. Misalnya ketika
seseorang berkomunikasi dengan menggunakan telepon, maka suara yang
dikirimkan melalui jaringan telepon tersebut dilewatkan melalui
gelombang. Dan kemudian, ketika gelombang ini diterima, maka gelombang
tersebutlah yang diterjemahkan kembali ke dalam bentuk suara, sehingga
si penerima dapat mendengarkan apa yang disampaikan oleh pembicara
lainnya dari komunikasi tersebut tapi suara akan terputus-putus bila
sinyal/gelombang yang didapat te
rhambat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem analog merupakan suatu bentuk
sistem komunikasi elektromagnetik yang menggantungkan proses pengiriman
sinyalnya pada gelombang elektromagnetik. Kecepatan gelombang ini
disebut dengan Hertz (Hz) yang diukur dalam satuan detik. Misal dalam
satu detik gelombang dikirim sebanyak 1000, maka disebut dengan 1000
Hertz. Kekurangan sistem analog ini adalah pengiriman sinyal agak lambat
dan sering terjadi error. Hal-hal seperti ini tidak terjadi pada sistem
digital. Oleh karenanya saat ini banyak peralatan maupun aplikasi yang
beralih dari sistem analog menjadi sistem digital.

Kelemahan dari teknologi ini adalah tidak bisa mengukur sesuatu dengan
cukup teliti. Karena hal ini disebabkan kemampuan mereka untuk secara
konsisten terus – menerus merekam perubahan yang terus menerus terjadi,
dalam setiap pengukuran yang dilakukan oleh teknologi analog ini selalu
ada peluang keragu – raguan akan hasil yang dicapai, dalam sebuah
teknologi yang membutuhkan ketepatan kordinasi dan ketepatan angka –
angka yang benar dan pas, kesalahan kecil akibat kesalahan menghitung
akan berdampak besar dalam hasil akhirnya. Dan teknologi ini butuh
ketepatan dan ketelitian yang akurat, salah satu bentuknya adalah otak
kita.
Digital: Merupakan hasil teknologi yang mengubah sinyal
menjadi kombinasi urutan bilangan 0 dan 1 (disebut juga dengan
biner)untuk proses informasi yang mudah, cepat dan akurat. Sinyal
tersebut disebut sebuah b
it.
Digital berasal dari kata Digitus, dalam bahasa Yunani berarti jari
jemari. Apabila kita hitung jari jemari orang dewasa, maka berjumlah
sepuluh (10). Nilai sepuluh tersebut terdiri dari 2 radix, yaitu 1 dan
0, oleh karena itu Digital merupakan penggambaran dari suatu keadaan
bilangan yang terdiri dari angka 0 dan 1 atau off dan on (bilangan
biner). Semua sistem komputer menggunakan sistem digital sebagai basis
datanya. Komputer mengolah data yang ada adalah secara digital, melalui
sinyal listrik yang diterimanya atau dikirimkannya. Pada prinsipnya,
komputer hanya mengenal dua arus, yaitu on atau off, atau istilah dalam
angkanya sering juga dikenal dengan 1 (satu) atau 0 (nol). Kombinasi
dari arus on atau off inilah yang yang mampu membuat komputer melakukan
banyak hal, baik dalam mengenalkan huruf, gambar, suara, bahkan
film-film menarik yang anda tonton dalam format digital. S
inyal digital ini memiliki berbagai keistimewaan yang unik yang tidak dapat ditemukan pada teknologi analog, yaitu:
Kelemahan dari teknologi ini adalah kesalahan pada saat proses perubahan
dari sinyal analog ke sinyal digital. Konsep informasi yang ada pada
dunia nyata akan melewati digitalisasi. Konsep informasi tersebut akan
diubah menjadi sinyal digital, dan sinyal digital tesebut merupakan
rangkaian dari kode-kode tertentu. Dikawatirkan konsep informasi asli
yang terdapat pada dunia nyata tersebut tidak dapat terepresentasikan
dengan baik saat digitalisasi. Contohnya adalah warna, jika suatu warna
belum terdapat dalam sistem penyimpanan teknologi digital, maka akan
dicari padanan warna yang paling dekat dan paling mirip dengan warna
tersebut. Hal ini menyebabkan warna yang akan tertampil setelah
digitalisasi menjadi kurang akurat dan tidak mewakili warna aslinya.
Contoh benda-benda yang menggunakan teknologi digital:
4. BROADCAST
PENGERTIAN BROADCASTING TV BROADCASTING ITU APA? Broadcasting secara
umum dapat diartikan sebagai siaran atau penyiaran. Di awal tahun
2000-an industri broadcasting mulai berkembang di Indonesia secara
signifikan walaupun wadah/peluang untuk orang-orang broadcasting sampai
saat ini belum terlalu
banyak. Tetapi jangan khawatir Junior Broadcaster Indonesia,
Anda-lah tumpuan bangsa ini. Hari ini saja puluhan tv lokal beserta
partner bisnisnya yakni PH (Production House) dan Agency mulai banyak
berdiri artinya peluang Anda untuk berkarya terbuka lebar. Hari ini
pula, menjadikan broadcasting satu bidang ilmu pengetahuan yang
sebenarnya bukan hal yang baru tetapi menjadi sesuatu yang sangat baru.
Indikasinya adalah ada berbagai kalangan yang tidak mengerti apa itu
broadcasting bahkan ketika penulis menanyakan langsung kepada masyarakat
umum mereka hanya bengong. Lucunya lagi ada yang berpendapat bahwa
broadcasting itu orang-orang yang suka mengadakan casting untuk film,
walaupun itu adalah bagian dari tugas seorang broadcaster (sebutan orang
yang berkecimpung dibidang broadcasting). Toh, pada akhirnya industri
broadcasting menjadi industri yang sangat menjanjikan, sebab
broadcasting akan terus berkembang seiring perkembangan zaman.
Sebenarnya manusia sejak dulu telah mengenal apa yang disebut dengan
radio dan televisi, tetapi sebagian dari mereka ada yang tidak paham
bahwa televise dan radio adalah produk atau sarana utama untuk
broadcasting meskipun belakangan seiring berkembangnya zaman internet,
HP, TV Wall dan jaringan-jaringan multimedia juga termasuk sarana
penyiaran (broadcasting). Artinya batasan broadcasting tidak hanya ada
pada radio dan televisi. BROADCASTING SECARA UMUM Menurut disiplin ilmu
komunikasi,
broadcasting adalah
cabang dari ilmu komunikasi yang berhubungan dengan penyiaran. Di dalam
broadcasting sendiri sebenarnya yang paling dominan dikaji adalah
bagaimana membuat konten sebuah siaran mulai dari praproduksi-
produksi-pascaproduksi, jadi bukan hanya belajar secara teori saja namun
di broadcasting mempelajari praktik bagaimana membuat sebuah tayangan/
konten yang menarik dan enak dilihat atau didengar, atau menurut teori
ilmu komunikasi, bagaimana pesan yang disampaikan sampai kepada khalayak
ramai/umum.
Broadcasting bisa digunakan untuk media massa elektronik, yakni yang
disampaikan kepada banyak orang, maupun broadcasting untuk satu atau beberapa
orang saja, seperti rapat online, chating, ngebreak, dll.
Broadcasting dibedakan menjadi 2 jenis, yakni :
- Broadcasting Radio atau Kepenyiaran Radio di frekuensi
AM, FM, sistem Digital, sistem satelite, maupun online di internet.
- Broadcasting Televisi atau Kepenyiaran Televisi di
frekuensi VHF, UHF, sistem Digital, sistem satelite, maupun online
di internet.
Keahlian Broadcasting tidak hanya dalam proses siarannya,
namun juga belajar bagaimana memenejemen stasiun broadcast, termasuk
memproduksi file-file audio maupun video untuk digunakan sebagai bahan siaran.
Pendidikan Broadcast meliputi
:
1. Presenter
2. Kameramen
3. Wartawan media
4. Dunia perfileman, seperti : sutradara, produser, editing dll
Sumber :
http://manpras.blogspot.com/2013/03/pengertian-broadcast.html
http://irham93.blogspot.com/2013/06/pengertian-sinyal-dan-karakteristiknya.html
http://fitriaselviana.blogspot.com/2013/02/pengertian-broadcasting.html
http://technomoderen.blogspot.com/2013/06/pengertian-analog-dan-digital.html
http://elektronika-dasar.web.id/komponen/sensor-tranducer/pengertian-dan-jenis-transduser/